Waktu Terbaik Untuk Melakukan Strategi Trading

Salah satu bisnis online yang diminati oleh masyarakat saat ini adalah bidang trading. Untuk menjalankan bisnis ini juga tidak terlalu sulit bisa melalui smartphone saja. Selain itu para pebisnis yang terjun dalam bidang ini tidak membutuhkan waktu khusus untuk bekerja. Cukup memantau perkembangan bisnis kapan saja dan dimana saja di waktu senggang.

 

BACA JUGA : 5 Aplikasi Pinjaman Online Cepat Cair Tanpa Repot. Tidak Perlu Slip Upah, Cukup KTP!

Baik pebisnis maupun masyarakat pada umumnya bisa terjun dalam bisnis ini tidak harus yang berpengalaman. Hal tersebut didukung dengan banyaknya program yang memberikan tutorial bagi pemula.

Dengan begitu para pemula bisa menjadi seorang trader maupun investor handal dalam bidang tersebut. Bahkan keuntungan dengan menjadi trader dan investor handal juga cukup lumayan dengan strategi trading yang tepat.

Strategi dalam bisnis ini meliputi mengamati analisis teknikal dan fundamental sebelum berinvestasi. Selain itu sebagai trader maupun investor sangat penting untuk memantau pergerakan harga pasaran.

 

BACA JUGA : Ini Daftar Utang Aplikasi Pinjaman Online Bunga Rendah Tanpa Persyaratan dan Agunan

Tidak hanya itu saja, pemilihan waktu yang tepat dalam bertransaksi juga dapat mempengaruhi bisnis yang dijalankan. Berikut 3 waktu terbaik yang bagus untuk melakukan investasi atau trading :

·         Market Bullish

Market bullish adalah suatu keadaan saat semua orang mulai ahli dalam bisnis trading dan menjadi jenius. Keadaan tersebut menjadi salah satu waktu yang tepat sebagai strategi dalam melakukan pembelian sarana investasi.

Situasi dimana semua orang yang bekerja dalam bidang ini sibuk memamerkan portofolio hijau yang dimiliki. Dan juga para trader atau investor akan sibuk untuk memberi informasi ke orang lain tentang keuangan dan ikut bisnis trading.

Saat yang seperti sangat cocok bagi para karena dapat mempengaruhi pergerakan harga menjadi naik. Dan para trader bisa lebih mudah melakukan scalping yaitu dengan cara membeli pagi hari dan menjualnya sore hari.

Meskipun begitu strategi trading dengan mengandalkan market bullish tidak terlalu menarik bagi para investor. Situasi ini biasanya dimanfaatkan oleh investor jangka menengah menjual saham yang sudah dibeli jauh-jauh hari.

Sedangkan bagi investor jangka panjang juga hampir sama dengan investor jangka menengah. Para investor jangka panjang juga hanya menjual sebagian kecil dari portofolio yang mereka miliki.

Dan portofolio yang dijual adalah hasil dari pembelian saham jauh-jauh hari saat market bearish. Karena para investor memiliki prinsip untuk jangka panjang yaitu HODL.

·         Market Bearish

Market bearish sebenarnya tidak cocok dalam menjalankan trading terutama bagi trader pemula. Namun market bearish juga bisa menjadi strategi dalam bidang trading jika bisa melakukan short cell atau penjualan secara hutang.

Dalam kondisi bearish para trader dapat menjadi ahli dalam mencuri kesempatan dengan membaca indikator bouncing dead cat. Atau yang biasa dikenal dengan mantul sport bagus para trader dan investor.

Akan tetapi market bearish menjadi kondisi yang sangat menarik bagi para investor karena banyak saham dengan harga murah. Dalam siklus ini orang yang masih memegang cash banyak akan untuk dengan melakukan martingale atau AD.

·         Market Sideways

Tidak sebaik kondisi market bullish maupun market bearish saat market sideways. Meskipun market bullish dan bearish tidak selalu baik bagi investor atau trader yang berkecimpung.

Berbeda dengan market sideways, keadaan ini hanya membuat para trader atau investor hanya bisa menunggu dan melihat pasar saja. Hal tersebut dilakukan hingga munculnya tren baru dalam bisnis trading ini.

Akan tetapi saat kondisi market seperti ini memiliki support dan resistance yang lebih jelas sehingga bisa menjadi sarana. Market sideways bisa menjadi sarana yang baik dalam bisnis trading meskipun hanya melihat dan menunggu.

Selain itu bagi investor jangka panjang keadaan market sideways memberikan kesempatan dalam memilih saham. Dalam keadaan ini para investor jangka panjang dapat memiliki saham yang sudah undervalue.

Hal tersebut lantaran saham undervalue memiliki kecenderungan tidak fluktuasi sehingga bermanfaat bagi investor.

Dengan menggunakan strategi trading yang tepat dapat bermanfaat serta memberikan keuntungan bagi trader atau investor. Selain itu setiap siklus market dalam bisnis ini juga bisa menjadi kesempatan dalam menjalankan bisnis.

About admin

Check Also

Mengenal Istilah Spread Forex Pada Pasar Saham

Mengenal Istilah Spread Forex Pada Pasar Saham – aplikasi dan laman trading saham terpercaya yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *